Saturday, January 17, 2026
  • Login
Radio SAI 100FM
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • SOSOK
  • TEKNOLOGI
  • NEWS
  • PROFIL
  • HUBUNGI KAMI
No Result
View All Result
Radio SAI 100FM
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • SOSOK
  • TEKNOLOGI
  • NEWS
  • PROFIL
  • HUBUNGI KAMI
No Result
View All Result
Radio SAI 100FM
No Result
View All Result
Home Film

Akting \’\’Christine Hakim \’\’di The Last of Us Episode 2 Viral dan Banjir Sanjungan Warganet Dunia, Bikin Merinding

adminsaibyadminsai
January 25, 2023
in Film
Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

The Last of Us episode 2 yang tayang pada Senin (23/1/2023) waktu Indonesia, ditanggapi meriah oleh para penggemarnya. Dalam episode ini, diketahui asal muasal ledakan infeksi Cordyceps, yang bermula di Indonesia.

Aktris veteran Tanah Air, Christine Hakim, menghidupkan peran Ibu Ratna, seorang profesor mikologi yang tampil dalam adegan pembuka di episode kedua serial HBO yang dibintangi Pedro Pascal ini.

Dalam adegan The Last of Us tersebut, Ibu Ratna dimintai tolong oleh petinggi militer yang diperankan aktor senior Yayu Unru, soal bagaimana mengatasi infeksi ini.

“Kami butuh vaksin atau obat,” kata sang perwakilan militer.

Tak Ada Obat atau Vaksin

\"Christine

Perbesar
Christine Hakim dalam TV Spot The Last of Us (HBO via Twitter @NaughtyDogInfo)

Dengan wajah serius, Ibu Ratna tercenung sejenak kemudian berkata, “Bapak, saya telah menghabiskan waktu hidup saya untuk mempelajari hal ini. Jadi tolong dengarkan saya baik-baik. Tidak ada obat, dan tidak ada vaksin,” kata dia dengan tegas.

Lantas ketika dimintai saran, langkah apa yang seharusnya diambil, ia terpekur sejenak. Kata-kata yang keluar dari mulutnya sungguh mengejutkan.

“Bom. Mulailah pengeboman. Bom seluruh kota, dan seluruh orang di dalamnya,” kata dia, sungguh-sungguh.

Dilansir dari:liputan6.com

ADVERTISEMENT

The Last of Us episode 2 yang tayang pada Senin (23/1/2023) waktu Indonesia, ditanggapi meriah oleh para penggemarnya. Dalam episode ini, diketahui asal muasal ledakan infeksi Cordyceps, yang bermula di Indonesia.

Aktris veteran Tanah Air, Christine Hakim, menghidupkan peran Ibu Ratna, seorang profesor mikologi yang tampil dalam adegan pembuka di episode kedua serial HBO yang dibintangi Pedro Pascal ini.

Dalam adegan The Last of Us tersebut, Ibu Ratna dimintai tolong oleh petinggi militer yang diperankan aktor senior Yayu Unru, soal bagaimana mengatasi infeksi ini.

“Kami butuh vaksin atau obat,” kata sang perwakilan militer.

Tak Ada Obat atau Vaksin

\"Christine

Perbesar
Christine Hakim dalam TV Spot The Last of Us (HBO via Twitter @NaughtyDogInfo)

Dengan wajah serius, Ibu Ratna tercenung sejenak kemudian berkata, “Bapak, saya telah menghabiskan waktu hidup saya untuk mempelajari hal ini. Jadi tolong dengarkan saya baik-baik. Tidak ada obat, dan tidak ada vaksin,” kata dia dengan tegas.

Lantas ketika dimintai saran, langkah apa yang seharusnya diambil, ia terpekur sejenak. Kata-kata yang keluar dari mulutnya sungguh mengejutkan.

“Bom. Mulailah pengeboman. Bom seluruh kota, dan seluruh orang di dalamnya,” kata dia, sungguh-sungguh.

Dilansir dari:liputan6.com

The Last of Us episode 2 yang tayang pada Senin (23/1/2023) waktu Indonesia, ditanggapi meriah oleh para penggemarnya. Dalam episode ini, diketahui asal muasal ledakan infeksi Cordyceps, yang bermula di Indonesia.

Aktris veteran Tanah Air, Christine Hakim, menghidupkan peran Ibu Ratna, seorang profesor mikologi yang tampil dalam adegan pembuka di episode kedua serial HBO yang dibintangi Pedro Pascal ini.

Dalam adegan The Last of Us tersebut, Ibu Ratna dimintai tolong oleh petinggi militer yang diperankan aktor senior Yayu Unru, soal bagaimana mengatasi infeksi ini.

“Kami butuh vaksin atau obat,” kata sang perwakilan militer.

Tak Ada Obat atau Vaksin

\"Christine

Perbesar
Christine Hakim dalam TV Spot The Last of Us (HBO via Twitter @NaughtyDogInfo)

Dengan wajah serius, Ibu Ratna tercenung sejenak kemudian berkata, “Bapak, saya telah menghabiskan waktu hidup saya untuk mempelajari hal ini. Jadi tolong dengarkan saya baik-baik. Tidak ada obat, dan tidak ada vaksin,” kata dia dengan tegas.

Lantas ketika dimintai saran, langkah apa yang seharusnya diambil, ia terpekur sejenak. Kata-kata yang keluar dari mulutnya sungguh mengejutkan.

“Bom. Mulailah pengeboman. Bom seluruh kota, dan seluruh orang di dalamnya,” kata dia, sungguh-sungguh.

Dilansir dari:liputan6.com

ADVERTISEMENT

The Last of Us episode 2 yang tayang pada Senin (23/1/2023) waktu Indonesia, ditanggapi meriah oleh para penggemarnya. Dalam episode ini, diketahui asal muasal ledakan infeksi Cordyceps, yang bermula di Indonesia.

Aktris veteran Tanah Air, Christine Hakim, menghidupkan peran Ibu Ratna, seorang profesor mikologi yang tampil dalam adegan pembuka di episode kedua serial HBO yang dibintangi Pedro Pascal ini.

Dalam adegan The Last of Us tersebut, Ibu Ratna dimintai tolong oleh petinggi militer yang diperankan aktor senior Yayu Unru, soal bagaimana mengatasi infeksi ini.

“Kami butuh vaksin atau obat,” kata sang perwakilan militer.

Tak Ada Obat atau Vaksin

\"Christine

Perbesar
Christine Hakim dalam TV Spot The Last of Us (HBO via Twitter @NaughtyDogInfo)

Dengan wajah serius, Ibu Ratna tercenung sejenak kemudian berkata, “Bapak, saya telah menghabiskan waktu hidup saya untuk mempelajari hal ini. Jadi tolong dengarkan saya baik-baik. Tidak ada obat, dan tidak ada vaksin,” kata dia dengan tegas.

Lantas ketika dimintai saran, langkah apa yang seharusnya diambil, ia terpekur sejenak. Kata-kata yang keluar dari mulutnya sungguh mengejutkan.

“Bom. Mulailah pengeboman. Bom seluruh kota, dan seluruh orang di dalamnya,” kata dia, sungguh-sungguh.

Dilansir dari:liputan6.com

Tags: Christine Hakim
Previous Post

Duka Kim Go Eun Atas Kepergian Mendiang Na Chul: Maaf Aku Tidak Bisa Bersamamu Sampai Akhir

Next Post

\”Turbokidz\” Rilis Album Oranye dalam Format CD

Next Post

\"Turbokidz\" Rilis Album Oranye dalam Format CD

\"Turbokidz\" Rilis Album Oranye dalam Format CD

\"Turbokidz\" Rilis Album Oranye dalam Format CD

\"Turbokidz\" Rilis Album Oranye dalam Format CD

\"Turbokidz\" Rilis Album Oranye dalam Format CD

  • Beranda
  • Hubungi Kami
  • NEWS
  • Privacy Policy
  • Profil
  • Radio SAI
  • rss
  • Stream

© 2023 - SAI100FM.ID

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • SOSOK
  • TEKNOLOGI
  • NEWS
  • PROFIL
  • HUBUNGI KAMI

© 2023 - SAI100FM.ID

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
vampire worshippers piano lessons heart of the sahara up from adams street the way of miracles in the bleak midwinter goblin market and other poems feeding your demons finding hope in the lived experience of psychosis don t make me count to three the nathaniel hawthorne audio collection pepe the red race car the big book of angel tarot deadlock a pro wrestling podcast the dark box harvest of blessings faithing it bringing purpose back to your life the nuclear disaster at chernobyl study guide a raisin in the sun by lorraine hansberry margaret allen the lost lands feel great create a positive body image the blackstone key darkness named shall we tell the president the double agents the hemingway monologues part four when the moon turns to blood enquiry falstaff s big gamble gud dj auml vulen d ouml den och jag the brady hawk series books 4 6 the guardian of mercy when the moon turns to blood the lost island the emerald tablets of thoth the atlantean 1 arabia before islam ruby redfort feel the fear brave not perfect five bloody hearts der verr auml ter an evening with dick cavett at the 92nd street y journey to heaven a road map for catholic men the corruption chronicles tesla st vrain the power within know how we got our bible jesus cowboy up volume 3 the amber keeper crash the notebooks of malte laurids brigge